Brand Laptop Mulai Turunkan RAM di Kelas Entry

Kelangkaan komponen global kembali memengaruhi industri laptop. Kali ini, produsen harus mengambil langkah kompromi demi menjaga ketersediaan produk di pasaran. Bahkan, isu ini ikut dibahas oleh berbagai pengamat teknologi, termasuk solutionforcomputer, karena berdampak langsung pada spesifikasi laptop entry-level yang beredar.

Kelangkaan RAM Jadi Pemicu Utama

Belakangan ini, pasokan RAM mengalami gangguan cukup serius. Akibatnya, banyak brand laptop menghadapi dilema besar. Di satu sisi, mereka ingin mempertahankan jadwal rilis produk. Namun di sisi lain, keterbatasan komponen memaksa mereka menyesuaikan spesifikasi. Oleh karena itu, beberapa produsen memilih menurunkan kapasitas RAM pada seri entry sebagai solusi cepat.

HP Mulai Terapkan RAM 8GB di Seri Entry

Salah satu brand besar yang sudah mengambil langkah ini adalah HP. Berdasarkan listing terbaru di Walmart, HP OmniBook 5 terlihat hanya dibekali RAM 8GB. Laptop ini menggunakan prosesor Ryzen AI 5 430, yang memiliki 4 core dan 8 thread.

Padahal, jika melihat tren tahun lalu, seri serupa biasanya hadir dengan RAM 16GB. Dengan kata lain, penurunan kapasitas RAM ini cukup signifikan, terutama bagi pengguna yang mengharapkan performa multitasking lebih lega.

Spesifikasi Lain Masih Tergolong Standar

Selain RAM, HP OmniBook 5 membawa layar beresolusi 1200p dengan refresh rate 60 Hz. Spesifikasi ini tergolong standar untuk kelas entry hingga menengah. Namun demikian, perhatian utama justru tertuju pada banderol harganya.

Menariknya, meski hanya mengusung RAM 8GB, laptop ini tetap dijual dengan harga sekitar 779 dolar AS. Harga tersebut jelas tidak bisa dibilang murah, terutama jika dibandingkan dengan model tahun sebelumnya yang menawarkan RAM lebih besar.

Harga Masih Bisa Berubah, Tapi Harapan Tipis

Memang, ada kemungkinan harga dan spesifikasi ini masih bersifat awal. Saat perilisan resmi nanti, HP bisa saja melakukan penyesuaian. Namun demikian, banyak analis memprediksi harga pasar global tidak akan turun signifikan setidaknya hingga 2027. Artinya, konsumen kemungkinan harus menerima kondisi ini dalam beberapa tahun ke depan.

Akankah Brand Lain Mengikuti?

Melihat langkah HP, muncul pertanyaan besar: apakah brand lain akan mengikuti jejak yang sama? Jika kelangkaan RAM terus berlanjut, bukan tidak mungkin lebih banyak laptop entry-level hadir dengan RAM 8GB sebagai standar baru.

Pada akhirnya, konsumen perlu lebih cermat sebelum membeli. Memeriksa kebutuhan penggunaan dan potensi upgrade RAM menjadi langkah penting agar tidak menyesal di kemudian hari. Baca berita lain di sini.